Agenda INDEX Agenda  

Sekolah teori Multikulturalisme (angkatan V)
29-08-2009 s.d. 30-12-2009

Sekolah Teori Multikulturalisme
 angkatan V
 -menjelajah epistemologi multikulturalisme-
 
Abstrak
 
Multikulturalisme sebagai sebuah catatan, kritisisasi, dan fakta, selalu menjadi bagian pertanyaan dan pernyataan ulang alik antara dunia material dan ide. Multikultur, sebagai sebuah isme menawarkan diversitas kebenaran dimana tiap kebenaran memiliki ruang untuk tumbuh dan ditumbuhkan dalam ruang bersama  bernama public sphere. Dilema untuk hidup bergandengan hidup bersama tanpa rasa takut dan khawatir adanya represi, baik fisik maupun ideologis, membuka ruang – ruang pertanyaan baru, yang bukan tidak mungkin akan meruntuhkan daulat dan kepercayaan kekuasaan lama. Kesediaan hati untuk membuka tafsiran baru atas suatu realitas ini terus membawa manusia pada pertanyaan demi pertanyaan seputar apa, mengapa, dan bagaimana multikultur itu sesungguhnya.
 
Sungguhpun demikian, poin penting atas keberagaman, toleransi, identitas, mayoritas-minoritas, masih mengalami perdebatan, terlebih lagi ketika aras konsepsi mengenai hal tersebut berhadapan dengan wujud manusia sebagai self memiliki berbagai dimensi untuk terus menerus mengkonstruksi sekaligus mendekonstruksi diri. Perdebatan oposisi biner yang terus berkecamuk menjadi jalan pencarian manusia untuk membangun konsepsi atas dirinya untuk memilih pencitraan atas self. Demikian halnya, identitas terbangun melalui proses ‘menjadi’ yang berhadapan dengan berbagai identitas, ideology, keyakinan, system ide, dan bentuk praktis untuk tampil sebagai manusia beridentitas jamak.
 
Serpih-serpih identitas kultur yang terserak berada dalam ikatan mozaik multikulturalisme yang terkadang menjadi harmoni, kontras, carut marut, namun tetap tetap menjaga eksistensi atas privatnya ‘home’, dan naik turunnya relasi manusia dalam ruang publik. Pertemuan antar kultur, sistem ide, keyakinan, hingga kebiasaan ini tentu memerlukan manajerial diri maupun kelompok. Otokritik atas kemapanan sebuah kultur harus terus berjalan sembari berelasi dengan kultur lain yang juga melakukan otokritik atas kulturnya. Namun tidak hanya ‘hidup bersama’ dan ‘hidup berdampingan,’ kita perlu memahami epistemologi, ontologi, praksis dan kebijakan multikulturalisme.
 
Sekolah Teori Multikulturalisme (angkatan V) merupakan ruang bersama untuk mengupas kajian multikulturalisme, pendekatan budaya, agama, psikologis, kebijakan, hingga model-model multikultur yang dapat menjadi pijakan untuk merumuskan aksi yang dipandang penting untuk mewacanakan multikulturalisme.
  
 
Tujuan
 1.        Mencari dan mengelaborasi akar teori multikulturalisme dan mengaitkannya dengan konteks dunia
 2.        Mendiskusikan problem multikulturalitas dan mengaitkannya dalam strategi kebijakan dan penanganannya
 
Hasil : Dialog konstruktif dan penyadaran atas multikulturalisme
 
Materi sekolah
 
  • Pengantar, Multikulturalisme ala
     
  • Epistemologi multikulturalisme
     
  • Beberapa model pembelajaran : multikultur Amerika
     
  • Multikulturalisme dalam agama-agama
     
  • Kearifan lokal,   budaya pop, dan multikulturalisme
     
  • Negara, kebijakan, dan politik multikultur
     
  • Perspektif komunal terhadap individu: pendekatan psikologi
     
 Narasumber
 ·         Gutomo Priyatmono, M.Hum (IMPULSE)
 ·         Prof. Dr. A. Sudiarja, SJ (Fak Teologi Universitas Sanata Dharma)
 ·         Nur Saktiningrum, MA (American Studies, Fak Sastra UGM)
 ·         Dr. Hari Susanto, SJ (Fak Sastra Universitas Sanata Dharma)
 ·         Antariksa (KUNCI cultural studies center)
 ·         AAGN Ari Dwipayana (Jurusan Ilmu Pemerintahan UGM)
 
 
Kegiatan Pembelajaran :
 Pembelajaran dilaksanakan setiap Senin sore, mulai pada 9 November 2009, jam 15.00 – 17.00 WIB, bertempat di kantor Impulse.
 
Metode pembelajaran: ceramah, sharing, diskusi interaktif – partisipatif
 
 
Peserta Sekolah
  •  Mahasiswa, guru, dosen
  •  Wartawan
  •  Pimpinan Ormas dan Orsospol, Aktivis politik
  •  Aktivis LSM dan komunitas
  •  Masyarakat umum yang tertarik mempelajari multikulturalisme
 
 
   Peserta sekolah dibatasi maksimal 15 peserta, minimal 7 peserta.
Biaya dan Fasilitas
 Biaya sekolah keseluruhan Rp. 400.000,00  dengan fasilitas diskusi kelompok intensif dengan pembicara, makalah, sertifikat, ruang sekolah sejuk dan nyaman, perpustakaan, dan  snack.
 
 
Informasi sekolah :
 Institute for Multiculturalism and Pluralism Studies (IMPULSE)
 Jl. Cempaka 9, Deresan, Yogyakarta, 55281
 Telp. (0274) 588783 ext. 245 atau Mega  (0274 – 7101997,08121350131)
 fax: (0274) 563349, office@impulse.or.id
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

--IMPULSE 

IMPULSE
Jl. Cempaka 9, Deresan,
Yogyakarta – 55281.
Telp. (0274) 588783 ext. 245 atau
(0274) 7101997.
HP : 0856 287 2047
E-mail: impulse.yogya@yahoo.co.id