"Biofuel, Peluang Sumber Energi Alternatif atau Ancaman Ketahanan Pangan?"
25-03-2008
s.d. 25-04-2008
Curiga gak sih kenapa minyak goreng tambah mahal? nyadar gak kalo harga beras dan sayur juga tambah mahal? pernah denger biofuel?
Buat temen-temen yang demen ngobrolin masalah sumber energi,
yuk gabung di Obrolan Seru Santai:
"Biofuel, Peluang Sumber Energi Alternatif atau Ancaman Ketahanan Pangan?"
Biofuel dipandang sebagai sumber energi alternatif saat cadangan sumber energi fosil dunia kian menipis. Pengembangan biofuel pada zaman dahulu dipandang kurang penting mengingat ongkos produksi biofuel yang cukup mahal. Tetapi dengan kenaikan harga minyak dunia maka ongkos produksi biofuel dapat dicapai secara ekonomis. Pada awalnya biofuel dikembangkan dari sampah yang didaurulang. Tetapi karena permintaan biofuel yang turut meningkat, biofuel juga dibuat dari sumber pangan lokal. Kenyataan ini telah menimbulkan dampak terhadap beberapa harga komoditas pangan dunia. Kedelai, jagung dan sawit adalah beberapa komoditas pangan penting yang mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas lain berupa ketela (singkong), jerami, dan tebu sudah dicoba untuk dikembangkan sebagai bahan bioetanol. Beberapa komoditas yang dulu tidak pernah dikembangkan secara serius sekarang mulai dikaji dan dikembangkan, misalnya tanaman jarak.
Konversi penggunaan lahan produktif yang sebelumnya untuk memproduksi kebutuhan pangan lalu berubah untuk memproduksi kebutuhan akan biofuel, mendatangkan ancaman baru untuk ketahanan pangan dunia. Petani dikhawatirkan lebih memilih menanam tanaman bahan baku biofuel daripada tanaman pangan karena nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pedagang akan lebih memilih menjual komoditas pertanian sebagai bahan baku biofuel karena harganya yang lebih tinggi daripada sebagai bahan pangan. Di masyarakat awam, lambat namun pasti, peningkatan harga komoditas pangan mulai terjadi. Harga minyak goreng yang merambat naik berdampak harga-harga makanan yang mulai mahal. Lalu menyusul beras dan sayuran. Dapat dibayangkan beragam akibat serius dari keadaan ini bila kontroversi tersebut tidak mampu ditemukan solusinya: peningkatan kemiskinan dan penurunan gizi akibat menurunnya daya beli bahan pangan, pembukaan kawasan hutan lindung untuk tanaman produksi biofuel akan menjadi sebuah ironi tersendiri.
Apa yang sudah dilakukan pemerintah dalam hal ini? Bagaimana respon masyarakat dalam menanggapi popularitas biofuel saat ini? Tentunya hal ini akan menimbulkan sebuah tantangan baru: bisakah biofuel mampu berkembang bersamaan dengan menguatnya ketahanan pangan?
Narasumber
Baning Prihatmoko (NAWAKAMAL Foundation)
Waktu dan tempat
Obrolan Seru Santai ini akan diadakan pada Hari Jumat, 4 April 2008. Pukul 15.30-selesai.
bertempat di selasar Kantor IMPULSE,
Kompleks Percetakan dan Penerbitan Kanisius, Jl. Cempaka No. 9 Deresan, Yogyakarta.
Telpon: 0274 588783 ext 245. Contact Person: Kokok (0818 0279 6778)
Beberapa referensi bacaan utk pemanasan :
--hani
|